Selasa, 19 April 2011

Manfaat Mikro Teaching


Micro Teaching di samping merupakan teknik program PPL bagi calon guru dapat pula merupakan in service training bagi guru/dosen. Hal ini dilakukan agar kompetensi profesional guru selain dapat dihayati juga dapat dimiliki. Wawasan keguruan yang telah ditanamkan pada calon guru tidak sepenuhnya dapat dilaksanakan sehingga berakibat kurang efektifnya proses pembelajaran, rendahnya kadar student Active Learning atau tegasnya gagalnya proses pembelajaran. Untuk memecahkan permasalahan tersebut laboratoriun micro teaching perlu dimanfaatkan secara maksimal sebagai in service training bagi calon guru dan pre service training bagi guru dan dosen. Dengan demikian pengembangan kompetensi guru dilakukan secara terpadu dan berkalnjutan dalam suatu program yang sistematis.

Mengajar selama 45 menit merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Latihan mengajar bagi calon guru pada awalnya akan terasa sulit dan rumit. Untuk mengatasi kelemahan tersebut dikembangkan pembelajaran micro teaching sebagai bagian dari pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK). Pembelajaran mikro sebagai salah satu bagian dari Program Pengalaman Lapangan (PPL) dimaksudkan memberikan bekal kepada calon guru sebelum PPL yang berfungsi untuk mengurangi kesalahan dalam pelaksanaan PPL.


Moulton, berpendapat bahwa; "micro teching is performance training method designed to isolate the component part of the teaching process, so that the traince can master each component one by one a simplified teaching situation". Berdasarkan pengertian tersebut dapatlah dipahami bahwa pembelajaran mikro itu tetap sebagai real teaching tetapi bentuknya mikro sehingga mudah dikontrol. Bentuk mikro ini mencakup semua komponen dalam pembelajaran (jumlah murid 10 anak, waktu 10-15 menit, bahan terbatas, ketrampilan difokuskan pada ketrampilan mengajar tertentu). Bila dihubungkan dengan pembelajaran yang sebenarnya, maka pembelajaran mikro adalah penyederhanaan dari pembelajaran yang sebenarnya.

1. Tujuan Mengajar Mikro
Tujuan pembelajaran mikro antara lain: (a) membantu calon guru/guru menguasai ketrampilan-ketrampilan khusus, agar dalam latihan mengajar sesungguhnya tidak mengalami kesulitan (b) meningkatkan taraf kompetensi pembelajaran bagi calon guru/guru secara bertahap (c) untuk menemukan sendiri kekurangan bagi calon guru/guru sekaligus berbaikannya
2. Komponen Ketrampilan Mengajar
Banyak para ahli pembelajaran mikro merumuskan komponen ketrampilan yang berkaitan dengan praktik pembelajaran mikro, dari beberapa pendapat tersebut peneliti menyimpulkan paling sedikit ada 9 ketrampilan, yaitu; (a) Ketrampilan mengelola kelas (b) ketrampilan membuka pelajaran (c) ketrampilan bertanya (pre test, saat menerangkan, dan pos test) (d) ketrampilan menerangkan (e) ketrampilan menggunakan multi media (f) ketrampilan menggunakan multi metode (g) ketrampilan memberikan motivasi (h) ketrampilan memberikan ganjaran (i) ketrampilan menutup pelajaran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar